Maumere, seWORA.id- Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DISARPUS) Kabupaten Sikka terus mensosialisasikan Gerakan 30 Menit Membaca, Wisata Literasi dan Sains, serta Penguatan Ekosistem Literasi di kalangan pelajar.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat budaya literasi dan sains di Kabupaten Sikka. Sosiliasi ini di dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales dan didampingi Sekretaris Dinas, Yuvensius Rafael, Kabid Pengembangan, Yosef Sudarso, dan Kabid Layanan perpustakaan, Kabid Pengelolaan Arsip, Kabid Pembinaan Arsip dan Kabid Pengawasan Arsip.
Sosialisasi wisata Literasi, melibatkan siswa-siswi SDIT Rabbani, Kepala Sekolah dan para guru SDIT Rabbani Maumere, berlangsung di Aula Lantai II Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda, Kabupaten Sikka, pada Kamis, 23/4/2026.
Dihadapan peserta, Kadis Disarpus Sikka, Very Awales memaparkan surat edaran Bupati Sikka No. ArsipPustaka.000.14.4/7/2026, merupakan langkah strategis pemerintah dalam membangun budaya membaca dan meningkatkan kapasitas literasi serta sains sejak dini. Sehingga peran aktif semua pihak, khususnya sekolah, diharapkan dapat mengimplementasikan program tersebut dapat berjalan secara konsisten.
“Melalui gerakan ini, kita ingin membiasakan anak-anak untuk membaca minimal 30 menit setiap hari, sekaligus membuka ruang eksplorasi melalui wisata literasi dan sains. Ini bukan sekadar program seremonial, tetapi gerakan berkelanjutan yang harus kita kawal bersama,” ujar Very mantan Kadis Kominfo Kabupaten Sikka.
Lebih lanjut, DISARPUS Sikka akan melakukan monitoring dan evaluasi ke sekolah-sekolah guna memastikan implementasi program berjalan efektif. Monitoring ini diharapkan dapat mengidentifikasi tantangan di lapangan sekaligus memberikan solusi untuk penguatan ekosistem literasi di satuan pendidikan.

Kegiatan wisata literasi turut diisi dengan tur edukatif pengenalan Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda. Para siswa diperkenalkan pada berbagai layanan perpustakaan, koleksi buku, serta sistem pengelolaan arsip sebagai bagian penting dari tata kelola informasi.
Dalam kesempatan tersebut, mantan Kabid Ekonomi Setda Sikka, ini juga memperkenalkan lingkungan kerja DISARPUS beserta tugas dan fungsi masing-masing bidang. Selain kegiatan edukatif, siswa-siswi SDIT Rabbani Maumere juga mengikuti lomba mewarnai dan berbagai aktivitas kreatif yang mendukung pengembangan imajinasi dan minat belajar anak.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDIT Rabbani Maumere, Yanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DISARPUS Kabupaten Sikka atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, program wisata literasi dan sains sangat bermanfaat dalam mendekatkan siswa dengan dunia perpustakaan serta memperluas wawasan mereka.
“Kegiatan ini sangat positif dan edukatif. Anak-anak tidak hanya belajar membaca, tetapi juga mengenal langsung lingkungan perpustakaan dan kearsipan. Ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka,” ungkapnya.
Ia juga berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak sekolah serta sektor lain, termasuk pelaku UMKM dan instansi pemerintah, guna membangun ekosistem literasi yang inklusif di Kabupaten Sikka.
Dengan adanya sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Sikka melalui DISARPUS optimistis gerakan literasi dan sains dapat tumbuh menjadi budaya yang kuat di tengah masyarakat, sebagai fondasi menuju sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. (man).




Comment