Reportase Musda XI Golkar Sikka Oleh: Yosef Sumanto
Senin pagi (4/5/2026), pelataran Hotel Capa Maumere seolah berselimut warna fajar. Ornamen-ornamen kuning cerah menghiasi setiap sudut, bersanding apik dengan seragam kebanggaan para kader partai beringin yang memadati area tersebut.
Udara pagi di pesisir Sikka hari itu membawa aroma perhelatan besar; Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Sikka resmi dimulai dalam balutan warna yang mencolok namun khidmat.
Di satu sudut, ketegasan tampak dari barisan personel kepolisian berseragam cokelat tua yang berjaga dengan siaga. Namun, kesan kaku itu segera luruh oleh pemandangan di sudut yang lain.
Ada sekelompok remaja dari Sanggar Seni Bo’a Jo’ang SMA Negeri 1 Maumere, berdiri anggun dalam balutan busana adat. Mereka bukan datang untuk bersiasat politik, melainkan menjadi jembatan budaya yang akan menyambut para tamu dengan gerak tari warisan leluhur.
Jejak Nostalgia dan Diplomasi Ringan
Pelataran hingga lobi hotel, menjadi saksi bisu pertemuan tokoh-tokoh penting. Yoseph Karmianto Eri, Ketua PKB Sikka, melangkah masuk dengan senyum khas yang tak pernah lepas, menyapa siapa pun yang bersitatap dengannya.
Tak lama kemudian, rombongan dari KPUD Sikka yang dipimpin oleh Hermianto tiba, tampil kontras namun serasi dengan kemeja putih kebesaran mereka.
Di tengah riuhnya percakapan, terdengar sebuah celetuk dari kerumunan, “Ini tiga Manto bertemu, pasti ada sesuatu yang menarik.” Kalimat itu menggantung di udara, mengisyaratkan kedekatan personal yang melampaui batas-batas partai.
Suasana semakin cair ketika Ketua Nasdem Sikka, Ipi Seli Seng, hadir dan langsung terlibat obrolan hangat dengan Sekretaris Golkar Sikka, Nafarete Situ Mekeng. Di sana, politik sejenak menepi, berganti dengan guyonan ringan.
Guyonan yang membangkitkan memori kolektif tentang masa-masa indah mereka di Kupang, si Kota Karang. Tawa pecah, mengenang masa lalu sebelum tugas negara kembali memanggil.
Keriuhan kecil itu perlahan mereda saat iring-iringan kendaraan dinas dengan pelat nomor EB 1 dan EB 2 memasuki halaman hotel. Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, turun dengan langkah mantap dan menyalami setiap orang di depan pintu masuk, diikuti dengan akrab oleh Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi.
Tak lama berselang, kurang lebih waktu menunjukkan pukul 10.00 WITA, Ketua DPD Golkar Sikka, Gorgonius Nago Bapa, bersama beberapa fungsionaris Golkar Sikka, dari lobi hotel, bergegas menuju gerbang untuk menyambut tamu-tamu kehormatan.
Ritual “Huler Wair”: Saat Tradisi Memberkati Politik
Suasana yang semula santai mendadak berubah magis. Seorang penari laki-laki dengan tubuh tegap tanpa baju, hanya berbalut sarung adat dan hiasan anyaman daun lontar di kepala serta lengan, melangkah ke garis depan. Ia berdiri sebagai simbol kekuatan tradisi.
“Waning ata lamen!” teriaknya menggelegar, sebuah seruan yang seolah memanggil sukma dan seketika membungkam kebisingan lobi. Gong Waning mulai ditabuh. Dentuman ritmisnya berpadu dengan gerak gemulai para penari putri yang mendampingi, menciptakan harmoni yang menyihir mata.
Di ambang gerbang, rombongan utama telah tiba: Melchias Markus Mekeng (Ketua Banggar MPR RI), F.X. Alain Niti Susanto (Ketua DPD Golkar NTT), beserta jajaran fungsionaris lainnya. Mereka disambut hangat oleh Gorgonius Nago Bapa dan Petrus B. Roby Tulus serta fungsionaris Partai Golkar Sikka.
Sebelum kaki melangkah lebih jauh ke dalam gedung, sebuah prosesi sakral menanti. Dua tokoh adat berdiri tegak di depan pintu utama hotel. Langkah kaki rombongan terhenti, mengikuti prosesi penyambutan, sapa’an adat dan ritual Huler Wair.
Percikan air melalui daun huler menjadi ritual penyucian diri yang khidmat. Ini bukan sekadar seremoni, melainkan doa tulus agar musyawarah yang digelar membawa kedamaian dan keberkahan bagi tanah Sikka.
Dan, sebagai simbol penghormatan setinggi-tingginya, para fungsionaris Golkar Sikka meletakan (pengalungan) sarung adat dipundak setiap tamu kehormatan.
Dengan sisa-sisa aroma ritual yang sakral dan semangat yang meluap, rombongan pun melangkah mantap memasuki aula Hotel Capa. Musda XI Partai Golkar Sikka resmi dibuka, dalam iringan doa adat dan tekad politik yang membara.
Kehadiran Tokoh dan Petinggi Partai
Memasuki Aula Hotel Capa, peserta dan para undangan disambut senyum menawan gadis-gadis cantik berbusana adat Sikka.
“Silahkan masuk pak, silahkan masuk bu”, ungkap mereka lembut.
Atmosfer ruang terasa anggun, dibalut riasan dekoratif serba kuning hingga ke kain penutup kursi.
Musda XI Partai Golkar Kabupaten Sikka dihadiri jajaran petinggi partai serta pimpinan daerah. Perhelatan politik ini menjadi momentum konsolidasi besar bagi partai berlambang pohon beringin tersebut di wilayah Nian Tanah.
Di barisan depan, suasana dipenuhi oleh aura kepemimpinan senior. Anggota DPR RI fraksi Golkar, Melchias Markus Mekeng, tampak hadir dan duduk didampingi oleh Ketua DPD I Golkar NTT, Alain Niti Susanto, serta Ketua DPD II Golkar Sikka, Gorgonius Nago Bapa.
Kehadiran para tokoh ini menegaskan dukungan penuh struktural partai mulai dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten untuk menyukseskan agenda regenerasi dan konsolidasi organisasi di Sikka.
Sinergi Eksekutif dan Legislatif
Tak kalah menarik, sisi lain ruangan juga memperlihatkan harmonisasi antara pimpinan daerah. Duduk bersama dalam jajaran undangan VIP, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sikka dan Pimpinan DPRD Kabupaten Sikka.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD NTT, Roby Tulus, memilih untuk berbaur di deretan kursi tamu undangan bersama jajaran Forkopimda Sikka dan beberapa tokoh pemimpim politik (ketua partai politik) Nian Tanah, menciptakan suasana keakraban lintas instansi.
Solidaritas Lini Belakang dan Pesan Utama
Semangat militansi terlihat jelas di bagian belakang ruangan, di mana para “Penjaga Marwah” partai duduk. Mereka terdiri dari: Pengurus Pimpinan Golkar (PPG) dari 21 Kecamatan di seluruh Kabupaten Sikka dan para fungsionaris DPD II Golkar Sikka yang siap mengawal jalannya musyawarah.
Sementara di panggung utama Musda XI terpasang baliho besar yang mengusung tema sentral: “Golkar Solid, Indonesia Maju”
Tema ini mencerminkan visi besar partai untuk memastikan kesolidan internal di tingkat daerah sebagai fondasi utama dalam berkontribusi bagi kemajuan bangsa Indonesia di masa depan.

Aklamasi dan Nakhoda Baru Menuju Kejayaan
Musda XI Golkar Sikka tahun 2026 ini bergulir dengan dinamika yang luar biasa. Aula Hotel Capa menjadi saksi bisu serangkaian agenda yang menguras energi dan pikiran, di mana setiap gagasan diuji demi masa depan partai. Namun, ketegangan itu mencair saat memasuki agenda pamungkas: pemilihan Ketua DPD Golkar Sikka yang baru.
Semangat persatuan rupanya lebih kuat dari sekadar kompetisi. Delegasi dari 21 PPG Kecamatan, Organisasi Sayap Partai Golkar Sikka, Dewan Pertimbangan, hingga DPD Golkar NTT, bersatu dalam satu frekuensi yang sama. Tanpa keraguan, suara bulat mencuat melalui proses aklamasi, mengukuhkan kembali Gorgonius Nago Bapa menahkodai Golkar Sikka.
Dengan terpilihnya kembali sosok Gorgonius Nago Bapa untuk masa bakti 2025-2030, panji kebesaran partai beringin kini kembali berada di tangannya. Tugas besar menanti di depan mata; mengibarkan semangat kuning hingga ke pelosok-pelosok Kabupaten Sikka dengan satu tujuan mulia, yakni mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Nian Tanah Sikka, Nuhan Ular Tanah Loran.
Profisiat dan selamat mengemban amanah bagi sang nakhoda. Perjalanan panjang menuju kejayaan baru saja dimulai. (*)




Comment