MAUMERE, seWORA.Id — Seksi Gender dan Pemberdayaan Perempuan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santa Maria Immakulata Asumptha Habi sukses menggelar kegiatan sosialisasi bertema kesehatan reproduksi wanita dan manajemen keuangan keluarga, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman rumah warga, Bapak Akulinus Horipun, ini menghadirkan dua narasumber ahli di bidangnya, yakni Dosen Ekonomi dan Manajemen Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere, Maria Silvana M.Carcia, SE, MM, serta Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Martina Pali, S.ST, M.Kes.
Acara yang dipandu oleh moderator Thesa Dua Nurak ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Mantan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka Ny. Firmina Sedo, Mantan Kepala Bandara Lembata Florianus Wisma, perwakilan kelompok kategorial se-Paroki Habi, serta tamu undangan lainnya.

Peran Strategis Perempuan dalam Keluarga Katolik
Dalam pemaparannya mengenai manajemen ekonomi rumah tangga, Maria Silvana M.Carcia menekankan bahwa seorang perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam keluarga. Ia tidak hanya bertindak sebagai pendidik dan penjaga keharmonisan, tetapi juga sebagai pengelola keuangan sekaligus agen perubahan ekonomi rumah tangga.
“Keluarga sebagai gereja rumah tangga adalah sekolah pertama kehidupan kristiani,” ujar Maria. Ia mengingatkan para peserta agar keluarga Katolik senantiasa hidup dalam kasih, bertumbuh dalam iman melalui doa dan pembacaan Kitab Suci, serta bijaksana dalam mengelola keuangan.
Maria juga berpesan agar para ibu mampu membedakan secara tegas antara kebutuhan dan keinginan. Pengelolaan keuangan yang terencana dengan baik—mulai dari penggunaan hingga pengawasan sumber daya—menjadi kunci agar stabilitas ekonomi keluarga tetap terjaga dan ada tabungan untuk masa depan. Pemaparan tersebut ditutup dengan pesan rohani dari Kitab Suci Matius 6:33.
Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Kelompok Rentan
Sementara itu, Martina Pali dalam materinya menyoroti pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, khususnya di kalangan remaja yang dinilai sebagai kelompok paling rentan. Ia memaparkan berbagai persoalan krusial yang harus diwaspadai bersama, mulai dari gangguan fungsi organ, infeksi, seksualitas di luar nikah, aborsi tidak aman, penyebaran HIV/AIDS, penyalahgunaan NAPZA, gangguan haid dan kesuburan, hingga ancaman kanker reproduksi dan kekerasan seksual.
Ketua Asosiasi Bidan Kabupaten Sikka ini juga memberikan solusi preventif bagi masyarakat. Menurutnya, pencegahan masalah kesehatan reproduksi dapat ditempuh melalui langkah-langkah sederhana namun penting, seperti menjaga kebersihan organ reproduksi, menghindari perilaku seksual berisiko, serta menggencarkan edukasi dan pencegahan sosial di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, DPP Habi berharap para perempuan dan keluarga di lingkungan paroki semakin teredukasi, baik dari segi ketahanan finansial maupun kesadaran menjaga kesehatan diri dan keluarga demi masa depan yang lebih baik. (man)




Comment